ambigu
Tuhan....
Air mata ini telah mengisi semua rusukku.
Hingga hati kupun mengapung diantaranya.
Jika emosi berteman dengan logika, apakah perasaan bisa dianggap punya mata?
Terlalu cepat aku berlari, hingga sudah tak kuat lagi melangkah!
Terlalu lama aku berpikir, hingga disekelilingku hanya suara-suara diam!!
Tak kutemui wajahmu dalam otakku.
Tapi aku hembuskan nafasmu dalam tiap detikku.
Apakah aku kalut?
Apakah kau kabut?
Ini bukan aku!!
Ini perasaanku!!
Dan aku mulai berpikir, lagi!!
Air mata ini telah mengisi semua rusukku.
Hingga hati kupun mengapung diantaranya.
Jika emosi berteman dengan logika, apakah perasaan bisa dianggap punya mata?
Terlalu cepat aku berlari, hingga sudah tak kuat lagi melangkah!
Terlalu lama aku berpikir, hingga disekelilingku hanya suara-suara diam!!
Tak kutemui wajahmu dalam otakku.
Tapi aku hembuskan nafasmu dalam tiap detikku.
Apakah aku kalut?
Apakah kau kabut?
Ini bukan aku!!
Ini perasaanku!!
Dan aku mulai berpikir, lagi!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar